INFOMEDIA NASIONAL KOTA BEKASI – Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mencatat,, seluas 1.354 hektare sawah kini dalam kondisi terdampak kekeringan yang tersebar di 41 desa dan 15 kecamatan. Kondisi ini menandakan ancaman krisis air mengintai sektor pertanian di wilayah setempat.
Ancaman krisis air itu bakal menyeret ancaman penurunan produksi padi yang kian nyata, apabila ketersediaan air tidak segera dipulihkan, kendati saat ini angka panen belum merosot tajam.
Menanggapi situasi kritis tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat dengan memobilisasi 83 unit mesin pompa air—terdiri dari 13 unit berukuran 6 inci dan 70 unit berukuran 3 inci. Alat penarik air ini difungsikan untuk memanfaatkan aliran sungai serta sumber air tersisa demi menyelamatkan vegetasi tanaman padi.
Tak hanya penanganan jangka pendek, langkah penanggulangan juga ditempuh melalui kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menormalisasi deretan saluran irigasi. Upaya pengerukan dan pembenahan ini ditargetkan mampu memperlancar aliran air ke kawasan persawahan sekaligus menekan risiko penyebaran area terdampak kekeringan.








