Perkuat Kesiapan Halal, Ketua Dekranasda Kota Bekasi Dukung UMKM Lebih Maju dan Berdaya Saing

Selasa, 1 September 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wiwiek Hargono memberikan sambutan dalam kegiatan Webinar Internasional Wajib Halal Oktober 2026 yang mengangkat tema “Strategi Pelaku Usaha Membangun Keunggulan Bisnis Melalui Sertifikasi Halal”, Selasa (1/9/2026).(Foto: Hms Pemkot Bekasi)

Wiwiek Hargono memberikan sambutan dalam kegiatan Webinar Internasional Wajib Halal Oktober 2026 yang mengangkat tema “Strategi Pelaku Usaha Membangun Keunggulan Bisnis Melalui Sertifikasi Halal”, Selasa (1/9/2026).(Foto: Hms Pemkot Bekasi)

INFOMEDIA Nasional KOTA BEKASI – Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menyoroti persoalan sertifikasi halal, yang menurut dia, tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sebuah kewajiban administratif.

Wiwiek menekankan bahwa sertifikasi halal merupakan salah satu langkah penting dalam membangun kepercayaan konsumen, meningkatkan kualitas produk, memperkuat tata kelola usaha, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Hal tersebut disampaikan isteri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ini saat memberikan sambutan dalam kegiatan Webinar Internasional Wajib Halal Oktober 2026 yang mengangkat tema “Strategi Pelaku Usaha Membangun Keunggulan Bisnis Melalui Sertifikasi Halal”, Selasa (1/9/2026).

“Ketika kita berbicara tentang Wajib Halal Oktober 2026, pertanyaannya bukan hanya apakah pelaku usaha sudah memiliki sertifikat halal. Tetapi lebih jauh, apakah mereka sudah memahami prosesnya, mendapatkan pendampingan, dan melihat sertifikasi halal sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing usaha,” ujar Wiwiek.

Wiwiek menegaskan, dalam menghadapi penerapan Wajib Halal Oktober 2026, para pelaku UMKM perlu mulai mempersiapkan diri sejak dini.

Menurut dia, persiapan tersebut tidak hanya sebatas pengurusan sertifikat halal, tetapi juga memastikan berbagai aspek usaha berjalan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan. Mulai dari legalitas usaha, penggunaan bahan baku, proses produksi, penyimpanan, pengemasan, hingga administrasi usaha.

Kesiapan tersebut, kata dia, membutuhkan dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak. Terlebih, masih banyak pelaku UMKM yang menjalankan berbagai peran sekaligus dalam usahanya, mulai dari proses produksi, pengelolaan keuangan, pemasaran hingga administrasi.

Karena itu, Wiwiek menilai para pelaku usaha tidak cukup hanya diberikan informasi mengenai kewajiban halal, tetapi juga perlu mendapatkan edukasi, pendampingan dan fasilitasi agar dapat memenuhi ketentuan dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Wiwiek juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi halal bagi para pelaku usaha.

Pemahaman mengenai halal, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan bahan yang digunakan, tetapi juga mencakup proses produksi, penyimpanan, pengemasan hingga penyajian produk kepada konsumen.

Selain itu, sertifikasi halal juga harus dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas usaha.

Dengan semakin tertibnya penggunaan bahan baku, proses produksi, kebersihan, pencatatan dan pengemasan, para pelaku UMKM diharapkan mampu membangun usaha yang lebih baik dan memiliki daya saing yang semakin kuat.

Wiwiek melihat Kota Bekasi memiliki potensi UMKM yang sangat besar. Berbagai produk lokal, mulai dari kuliner, fashion, kerajinan hingga produk kreatif lainnya, terus berkembang dan memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, menurutnya, kreativitas saja tidak cukup. Produk UMKM juga harus didukung dengan kualitas, standar, legalitas serta kepercayaan dari konsumen.

“Kita ingin produk Kota Bekasi tidak hanya kreatif dan menarik, tetapi juga berkualitas, memiliki legalitas, memenuhi standar, dan mampu bersaing. Sertifikasi halal merupakan salah satu bagian penting dari perjalanan tersebut,” ungkap Wiwiek.

Ia pun mengajak para pelaku usaha untuk tidak memandang Wajib Halal Oktober 2026 sebagai sesuatu yang menakutkan atau menjadi beban.

Sebaliknya, kebijakan tersebut harus dijadikan sebagai momentum bagi UMKM untuk semakin maju dan naik kelas.

Lebih lanjut, Wiwiek menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah, BPJPH, lembaga pendamping, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas hingga para pelaku UMKM harus berjalan bersama.

“Kita membutuhkan kolaborasi. Kolaborasi yang pada akhirnya menghasilkan UMKM yang lebih siap, produk yang lebih berkualitas, konsumen yang lebih terlindungi, dan ekonomi daerah yang semakin kuat,” tegasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut merupakan forum berskala internasional yang bertujuan memberikan pemahaman dan strategi kepada para pelaku usaha dalam menghadapi penerapan Wajib Halal Oktober 2026.

Webinar ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ekosistem halal sekaligus mendorong para pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agar semakin siap menghadapi perkembangan dan tuntutan pasar.

Melalui Webinar Internasional Wajib Halal Oktober 2026, Wiwiek berharap para pelaku usaha, khususnya UMKM Kota Bekasi, semakin memahami pentingnya kesiapan halal sebagai bagian dari pengembangan usaha.

Dengan dukungan, pendampingan dan persiapan yang dilakukan sejak dini, sertifikasi halal diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi kekuatan baru bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas, memperluas pasar dan memiliki daya saing yang lebih baik serta menghadapi peluang pasar yang lebih luas melalui penguatan ekosistem halal.

Berita Terkait

Simbolis, Wali Kota Bekasi Serahkan Penganugerahan Pramuka Garuda kepada 277 Siswa di Tiga Kecamatan
Sekda Kota Bekasi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif
Wali Kota Bekasi Serahkan Simbolis Penganugerahan Pramuka Garuda kepada 277 Siswa di Tiga Kecamatan
Apel Pagi Jadi Momentum Apresiasi, Tri Adhianto Bangga Generasi Muda Kota Bekasi Berprestasi hingga Internasional – Sukses di MCE Malaysia hingga Ajang Mojang Jaka, Walikota Bekasi Apresiasi Anak Bekasi Berprestasi di Panggung Internasional
Wali Kota Bekasi Kukuhkan FKUB 2026-2031, Dorong Aksi Nyata Toleransi hingga Tingkat Wilayah Targetkan Naik Peringkat Kota Toleransi, Tri Adhianto Kukuhkan FKUB 2026-2031 , Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengukuhkan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi masa bakti 2026-2031 dalam apel pagi yang digelar hari ini.
KDM Titip Pesan ke Wali Kota Bekasi, Apresiasi ASN Pertahankan Kultur Indonesia Lewat PNBK Apreasiasi Gelaran PNBK Jilid 3, KDM Titip Pesan Ini Ke Warga Kota Bekasi.
Ketua TP PKK Kota Bekasi Buka Pelatihan Terjemah Al-Qur’an Metode Yatsir, Dorong Syiar Al-Qur’an hingga ke Seluruh Kecamatan
Senam Bersama di Plaza Pemkot Bekasi, Kepala BKN Prof Zudan Ingatkan ASN untuk Bersyukur dan Tingkatkan Produktivitas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 10:35 WIB

Simbolis, Wali Kota Bekasi Serahkan Penganugerahan Pramuka Garuda kepada 277 Siswa di Tiga Kecamatan

Rabu, 2 September 2026 - 10:03 WIB

Sekda Kota Bekasi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

Selasa, 1 September 2026 - 23:23 WIB

Wali Kota Bekasi Serahkan Simbolis Penganugerahan Pramuka Garuda kepada 277 Siswa di Tiga Kecamatan

Selasa, 1 September 2026 - 23:20 WIB

Apel Pagi Jadi Momentum Apresiasi, Tri Adhianto Bangga Generasi Muda Kota Bekasi Berprestasi hingga Internasional – Sukses di MCE Malaysia hingga Ajang Mojang Jaka, Walikota Bekasi Apresiasi Anak Bekasi Berprestasi di Panggung Internasional

Selasa, 1 September 2026 - 23:15 WIB

Wali Kota Bekasi Kukuhkan FKUB 2026-2031, Dorong Aksi Nyata Toleransi hingga Tingkat Wilayah Targetkan Naik Peringkat Kota Toleransi, Tri Adhianto Kukuhkan FKUB 2026-2031 , Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengukuhkan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi masa bakti 2026-2031 dalam apel pagi yang digelar hari ini.

Berita Terbaru