Pembangunan PSEL Bantargebang Resmi Dimulai, Tri Adhianto Targetkan Beroperasi Penuh 18 Bulan Mendatang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peletakan batu pertama (ground breaking) Pembangunan PSEL di Bantargebang Kota Bekasi dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat KDM, serta didampingi penuh oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi.(Foto: Hms Pemkot Bekasi)

Peletakan batu pertama (ground breaking) Pembangunan PSEL di Bantargebang Kota Bekasi dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat KDM, serta didampingi penuh oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi.(Foto: Hms Pemkot Bekasi)

INFOMEDIA NASIONAL KOTA BEKASI – Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berlokasi di kawasan Bantargebang, Ciketing Udik, Kota Bekasi, pekerjaannya resmi dimulai (ground breaking) pada Rabu (25/8/2026). Langkah ini cermin bahwa peta jalan pengelolaan sampah modern di Kota Bekasi memasuki babak baru.

Proyek strategis ini diproyeksikan tuntas dan beroperasi penuh dalam kurun waktu 18 bulan ke depan, dengan daya tampung pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per harinya.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa berdirinya fasilitas PSEL menjadi tonggak penting dalam mengurai problematika sampah yang membendung wilayahnya. Walau demikian, ia tak menampik bahwa kapasitas 1.500 ton tersebut belum sepenuhnya mampu menyerap total volume sampah yang diproduksi warga Saban hari.

“Namun demikian, kita masih dihadapkan pada sisa persoalan sekitar 300 ton sampah lagi yang harus kita selesaikan secara bergotong royong,” ungkap Tri Adhianto.

Berdasarkan keterangannya, penanganan masalah sampah tidak dapat digantungkan sepenuhnya pada keberadaan teknologi PSEL semata. Peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam membudayakan pemilahan sampah dari hulu—yakni lingkungan rumah tangga—menjadi kunci yang tak kalah krusial.

“Sebagaimana yang diutarakan oleh Bapak Menteri, keberadaan PSEL bukan berarti persoalan sampah mendadak usai begitu saja. Ini tetap wajib ditopang oleh langkah pemilahan dari rumah tangga. Apabila kita disiplin memilah sejak dari kediaman masing-masing, hal itu secara otomatis akan mengikis beban sisa 300 ton sampah saban harinya,” urainya.

Tri melanjutkan, gerakan penyortiran limbah ini tidak boleh berhenti di skala rumah tangga. Aksi konkritt tersebut wajib diekspansi secara masif ke ranah pendidikan, pusat perbelanjaan, perkantoran, area komersial, hingga menjangkau para pelaku usaha dan pedagang.

“Langkah ini harus digelorakan sebagai gerakan kolektif. Mulai dari pemukiman, institusi sekolah, lingkungan pedagang, pusat perbelanjaan/mal, perkantoran, hingga seluruh lapisan masyarakat. Lewat pola tersebut, muatan sampah yang masuk ke fasilitas pengolahan dapat tertangani dengan jauh lebih optimal,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat menaruh harapan besar agar pembangunan serta tata kelola sampah di aglomerasi Bekasi Raya, Bogor Raya, hingga Bandung Raya ini dapat memicu akselerasi kesadaran publik. Ia menggarisbawahi bahwa penuntasan krisis sampah tidak sebatas membutuhkan kecanggihan teknologi, melainkan perubahan mendasar pada perilaku masyarakat agar tidak lagi membuang sampah secara sembarangan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengutarakan bahwa ekspansi teknologi PSEL berskala besar merupakan salah satu strategi krusial pemerintah pusat untuk mengintervensi penumpukan sampah perkotaan yang sudah melebihi daya tampungnya (overload).

Pemerintah sendiri mematok target percepatan konstruksi PSEL di 40 kota besar yang menyandang status darurat sampah agar selesai direalisasikan pada rentang tahun 2027 hingga 2028.

“Untuk wilayah-wilayah darurat berkonsep besar dengan volume di atas 1.000 ton, kita akan bangunkan fasilitas PSEL atau Waste-to-Energy,” papar Zulkifli Hasan.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini turut mematok sasaran agar penanganan krisis sampah secara nasional mampu mencapai angka 70 hingga 80 persen pada tahun 2029. Adapun sisa 20 persen permasalahan lainnya berada di tataran rumah tangga yang amat membutuhkan edukasi serta transformasi kebiasaan warga.

Maka dari itu, tindakan pemilahan dari titik awal limbah menjadi pilar utama dalam peta jalan strategi pemerintah. Pemisahan antara sampah organik dan anorganik diharapkan sudah berjalan sejak dari area dapur rumah tangga, sehingga limbah tidak menumpuk dalam kondisi tercampur yang pada akhirnya membebani tempat pembuangan akhir.

Pelaksanaan ground breaking PSEL Bantargebang ini digadang-gadang bakal menjadi pijakan besar dalam memperkokoh struktur pengolahan sampah di Kota Bekasi. Kendati demikian, muara keberhasilannya tetap menyandar pada sinergi dan kontribusi nyata seluruh elemen warga melalui tindakan sederhana: konsisten memilah sampah dari rumah serta menghentikan perilaku membuang sampah sembarangan.

Prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat KDM, serta didampingi penuh oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi.

Berita Terkait

Di Tengah Meriahnya PNBK, Rp500 Juta Terkumpul untuk Korban Bencana NTT
PNBK Jilid III Jadi Panggung Budaya Sekaligus Penggerak Ekonomi Warga Bekasi
Dari Parade Budaya hingga Aksi Kemanusiaan, PNBK Jilid III Meriahkan CFD Kota Bekasi
Sempat Tertunda, Pesona Nusantara Bekasi Keren Jilid III Siap Hadirkan Semarak Kebudayaan di Kota Bekasi
Pemkot Bekasi Pastikan Pelaksanaan MBG di 249 SPPG Berjalan Tepat Sasaran
Pastikan Aktivitas Perdagangan Lancar, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tinjau Kembali Penataan Pasar Baru
Gandeng KP2C dan Tim Marinir TNI AL, DLH Kota Bekasi Susur DAS Kali Bekasi
HUT ke-2 BAPEKSI, Tegaskan Komitmen Perkuat Pengabdian dan Hadir di Tengah Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Di Tengah Meriahnya PNBK, Rp500 Juta Terkumpul untuk Korban Bencana NTT

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:06 WIB

PNBK Jilid III Jadi Panggung Budaya Sekaligus Penggerak Ekonomi Warga Bekasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Dari Parade Budaya hingga Aksi Kemanusiaan, PNBK Jilid III Meriahkan CFD Kota Bekasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:40 WIB

Sempat Tertunda, Pesona Nusantara Bekasi Keren Jilid III Siap Hadirkan Semarak Kebudayaan di Kota Bekasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Pemkot Bekasi Pastikan Pelaksanaan MBG di 249 SPPG Berjalan Tepat Sasaran

Berita Terbaru