INFO MEDIA NASIONAL KOTA BEKASI – PT Sharp Electronics Indonesia meluncurkan program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian urban bertajuk Sharp Hydro Heroes. Inisiatif ini didorong rasa kepedulian kepada masyarakat khususnya para ibu muda, agar dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus menopang perekonomian rumah tangga.
Kali ini, sasaran utama kepedulian PT Sharp adalah para ibu muda di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Bukan yang pertama, gebrakan PT Sharp ini merupakan keberlanjutan dari kesuksesan program serupa yang digelar di Karawang pada 2024 lalu bersama kelompok pemuda lokal. Bedanya, pada penyelenggaraan di Bekasi, Sharp menggeser pendekatannya agar lebih relevan dengan dinamika dan kebutuhan domestik rumah tangga.
Sharp Hydro Heroes tidak sekadar mengajari tata cara bercocok tanam hidroponik. Lebih jauh, program pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan mengolah hasil panen, manajemen kewirausahaan, pemasaran digital, hingga pemahaman mendalam terkait pentingnya konsumsi sayur serta pola makan beragam untuk keluarga.
Pendekatan ini dirancang untuk mencapai dua tujuan strategis sekaligus, yakni penguatan ekonomi, dengan membuka peluang sumber penghasilan tambahan bagi kaum ibu. Kemudian tujuan yang kedua adalah untuk kesehatan keluarga, dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan pangan bergizi dan bervariasi untuk tumbuh kembang anak.
Diketahui bahwa isu kecukupan gizi anak memang menjadi perhatian serius di Kota Bekasi. Merujuk data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kota Bekasi berada di angka 11,7% (terdiri dari 2,5% anak sangat pendek dan 9,2% anak pendek).
Pemerintah Kota Bekasi sendiri menargetkan penurunan angka stunting secara bertahap melalui RPJMD 2025–2029, dari target 9,05% pada 2025 menjadi 8,50% pada 2026, dan terus ditekan hingga 7,06% pada 2029.
Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, pemberdayaan perempuan bukan sebatas dorongan finansial, melainkan pembentukan peran ibu sebagai penggerak kebiasaan hidup sehat di rumah. Sharp ingin para peserta memegang kendali atas keterampilan baru yang dapat dikonversi menjadi peluang bisnis rumahan sekaligus pemenuh gizi anak.
Shinji menjelaskan, program ini memanfaatkan lahan berukuran 15 x 5 meter di lingkungan SAGA Life School, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara. Sebanyak 20 ibu muda terpilih—melalui seleksi domisili, kesiapan belajar, dan komitmen keberlanjutan—mengikuti kurikulum pelatihan terstruktur.
Kurikulum itu, diantaranya :
– Teknis Hidroponik, mencakup dasar pertanian, teknik penanaman, perawatan, hingga tata cara pemanenan.
– Pengolahan dan Bisnis, mencakup pengolahan hasil panen, kalkulasi biaya usaha, strategi kewirausahaan, serta branding.
– Digitalisasi dan Edukasi, mencakuo pemasaran via media sosial dan literasi pola makan sehat sesuai standar WHO (keberagaman, kecukupan, keseimbangan, dan moderasi).
Menyambut positif program PT Sharp ini, Lurah Teluk Pucung, Ismail Marzuki, menyampaikan apresiasinya atas sinergi ini. Program Sharp Hydro Heroes, menurut dia, sejalan dengan agenda pemerintah daerah dalam mencegah stunting melalui diversifikasi konsumsi pangan dan peningkatan ketahanan ekonomi warga.
Dalam mengawal keberlanjutan program, Sharp menggandeng Benihbaik.com sebagai mitra pendampingan. Firdaus Juli, Chief of Strategic & Business Development Benihbaik.com, menekankan bahwa kunci dari program pemberdayaan adalah pendampingan jangka panjang agar pengetahuan yang didapat benar-benar mentransformasi kehidupan ekonomi peserta.
Pengalaman berharga ini didasari oleh jejak Sharp Hydro Heroes di Karawang (dimulai November 2024) yang berhasil melangsungkan panen perdana selada pada Januari 2025. Keberhasilan mengolah lahan terbatas bersama warga di Karawang menjadi cetak biru yang kini disempurnakan di Bekasi.
Selain memberi dampak sosial langsung, Sharp Hydro Heroes dirancang untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
SDG 2 (Tanpa Kelaparan): Membuka akses pangan bergizi dan mendukung pertanian berkelanjutan.
SDG 3 (Kehidupan Sehat & Sejahtera): Meningkatkan pemahaman gizi keluarga.
SDG 5 (Kesetaraan Gender): Mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi): Mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis teknologi tepat guna.
SDG 12 (Konsumsi & Produksi Berkelanjutan): Memanfaatkan lahan efisien secara produktif.
Sementara PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, menambahkan bahwa ukuran keberhasilan program ini melampaui kuantitas hasil panen. Keberhasilan sejati tercapai saat para ibu berhasil mandiri, anak-anak terbiasa mengonsumsi makanan bergizi, dan lingkungan sekitar mendapatkan manfaat positif dari lahan produktif tersebut.
“Inilah yang ingin kami hadirkan melalui Sharp Hydro Heroes bukan sekadar program menanam sayuran, tetapi sebuah upaya untuk menanam pengetahuan, menumbuhkan kemandirian dan memanen masa depan yang lebih baik bagi keluarga Indonesia.” jelas Pandu.
Pandu menambahkan, Sharp Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai brand yang tidak hanya menghadirkan teknologi untuk kehidupan sehari-hari, tetapi juga berupaya menciptakan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.
“Melalui Sharp Hydro Heroes, yang menggabungkan teknologi, pemberdayaan perempuan, edukasi kesehatan keluarga dan pertanian berkelanjutan, program ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil yang menghasilkan perubahan jangka panjang dari lahan yang produktif, ibu yang berdaya, keluarga yang lebih sadar gizi, hingga generasi yang tumbuh lebih sehat.” tutupnya.








