Wali Kota Bekasi sebut Bantargebang Akan Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan.

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto pada Ground breaking pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang.(Foto Hms Pemkot Bekasi)

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto pada Ground breaking pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang.(Foto Hms Pemkot Bekasi)

INFOMEDIA NASIONAL KOTA BEKASI – Ground breaking pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang, telah dilakukan Rabu (25/8/2026). Momentum berskala nasional itu menjadi langkah strategis dalam upaya mengubah pengelolaan sampah sekaligus mendorong lahirnya kawasan yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan, bukan sekedar pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang saat ini dimulai, namun ground breaking PSEL di Bantargebang ini menjadi titik awal perubahan wajah Bantargebang.

Kawasan yang selama ini identik sebagai tempat pembuangan sampah diharapkan ke depan dapat berkembang menjadi pusat pengolahan sampah, penghasil energi baru, sekaligus kawasan inovasi lingkungan.

“Bantargebang sudah lama menjadi tempat sampah. Hari ini kita mulai menjadikannya tempat lahirnya energi. Harapan ke depan, Bantargebang ini akan menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan industri hijau yang tentunya membawa peningkatan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Tri Adhianto.

Menurut Tri, pembangunan PSEL merupakan salah satu langkah strategis dalam mengurangi persoalan sampah di Kota Bekasi. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari, PSEL diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang selama ini masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Namun, Tri menegaskan bahwa dimulainya pembangunan PSEL bukan berarti seluruh persoalan sampah otomatis selesai. Masih terdapat pekerjaan rumah sekitar 300 ton sampah setiap hari yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

“PSEL ini kapasitasnya 1.500 ton per hari. Artinya masih ada PR sekitar 300 ton setiap harinya. Ini yang harus kita selesaikan bersama, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” tegasnya.

Tri menilai, persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, pelaku usaha, pedagang, hingga lingkungan masyarakat harus mengambil peran dalam mengurangi timbulan sampah.

Menurutnya, teknologi merupakan bagian penting dari solusi, tetapi bukan satu-satunya jawaban dalam menyelesaikan persoalan persampahan.

“Tapi teknologi saja tidak cukup. Sebagus apa pun teknologinya, pengelolaan sampah tidak akan berhasil tanpa kesadaran masyarakat. Karena itu, perubahan harus dimulai dari rumah: bagaimana kita mengurangi sampah, memilah dan membuangnya dengan benar,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat Kota Bekasi menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari. Sampah organik dan anorganik perlu dipisahkan sejak dari sumbernya agar dapat dikelola dengan lebih baik dan jumlah sampah yang harus diolah semakin berkurang.

Bagi Tri, ground breaking PSEL hari ini harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran baru bahwa sampah bukan hanya persoalan yang harus dibuang, tetapi juga memiliki potensi untuk diolah menjadi sumber energi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tri berharap kehadiran PSEL Bantargebang tidak hanya menjadi solusi terhadap persoalan sampah, tetapi juga menjadi awal perubahan besar dalam membangun ekosistem lingkungan yang berkelanjutan.

“Bantargebang harus kita ubah. Dari tempat sampah menjadi tempat lahirnya energi baru, menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan industri hijau. Tetapi semua itu hanya bisa terwujud kalau pemerintah, dunia usaha dan masyarakat bergerak bersama,” pungkasnya.

Berita Terkait

Senam Bersama di Plaza Pemkot Bekasi, Kepala BKN Prof Zudan Ingatkan ASN untuk Bersyukur dan Tingkatkan Produktivitas
Sukses di MCE Malaysia hingga Ajang Mojang Jaka, Walikota Bekasi Apresiasi Anak Bekasi Berprestasi di Panggung Internasional.
Apresiasi ASN Pemkot Bekasi, Pesan KDM ke Tri Adhianto: Pertahankan Kultur Indonesia Lewat PNBK
Di Tengah Meriahnya PNBK, Rp500 Juta Terkumpul untuk Korban Bencana NTT
PNBK Jilid III Jadi Panggung Budaya Sekaligus Penggerak Ekonomi Warga Bekasi
Dari Parade Budaya hingga Aksi Kemanusiaan, PNBK Jilid III Meriahkan CFD Kota Bekasi
Sempat Tertunda, Pesona Nusantara Bekasi Keren Jilid III Siap Hadirkan Semarak Kebudayaan di Kota Bekasi
Pemkot Bekasi Pastikan Pelaksanaan MBG di 249 SPPG Berjalan Tepat Sasaran
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 15:39 WIB

Senam Bersama di Plaza Pemkot Bekasi, Kepala BKN Prof Zudan Ingatkan ASN untuk Bersyukur dan Tingkatkan Produktivitas

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Sukses di MCE Malaysia hingga Ajang Mojang Jaka, Walikota Bekasi Apresiasi Anak Bekasi Berprestasi di Panggung Internasional.

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Di Tengah Meriahnya PNBK, Rp500 Juta Terkumpul untuk Korban Bencana NTT

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:06 WIB

PNBK Jilid III Jadi Panggung Budaya Sekaligus Penggerak Ekonomi Warga Bekasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Dari Parade Budaya hingga Aksi Kemanusiaan, PNBK Jilid III Meriahkan CFD Kota Bekasi

Berita Terbaru