INFO MEDIA Nasional, BRAZIL – Pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama, kembali membuat bangga Tanah Air. Pada sesi kualifikasi Moto3 GP Brazil yang berlangsung Sabtu, 7 Maret 2026, Feda menempati posisi start ketiga dengan catatan waktu 1 menit 42,354 detik. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti konsistensi dan kemampuan adaptasi sang rookie di level internasional.
Penampilan impresif Feda menarik perhatian CEO Honda International, Toshi Hiro Miibe. Dalam pernyataannya, Toshi Hiro Miibe menyatakan rasa bangga dan berencana memberikan apresiasi besar kepada Feda, termasuk peningkatan kontrak senilai Rp800 miliar, rumah baru di Gunung Kidul, serta perjalanan ibadah umrah atau haji untuk keluarganya. “Melihat penampilan Feda hari ini sungguh mengharukan. Mentalnya kuat, cepat belajar, dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lintasan yang sulit,” ujarnya.
Performa Konsisten dan Mental Baja
Sirkuit Autodromo Ayrton Senna International Circuit sepanjang 4,309 km dikenal menantang dengan 15 tikungan cepat dan lambat, serta lintasan lurus yang panjang. Feda menunjukkan konsistensi tinggi sejak latihan bebas FP1 hingga FP3, selalu menembus top 10. Posisi start ketiga memberinya peluang besar untuk bersaing memperebutkan podium.
“Start dari depan tentunya memberi motivasi ekstra. Saya akan fokus pada strategi dan konsistensi agar bisa meraih podium dan memberikan kebanggaan bagi Indonesia,” kata Feda dengan senyum lebar usai sesi kualifikasi. Dukungan tim, mekanik, dan keluarga menjadi modal penting bagi sang pembalap rookie untuk menghadapi tekanan di lintasan.
Rivalitas dan Provokasi
Di sisi lain, persaingan Moto3 GP Brazil dipanaskan oleh pernyataan kontroversial manajer pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang dikenal sebagai anggota keluarga kerajaan Johor, TMJ. Ia meremehkan Feda dengan menyatakan bahwa pembalap Indonesia mungkin akan crash meski start di posisi depan, sementara Hakim Danish sendiri memulai balapan dari posisi ke-18.
Komentar provokatif ini dinilai sebagai strategi psikologis untuk menekan rival, namun para pengamat menekankan bahwa fokus dan konsistensi menjadi kunci bagi Feda menghadapi tekanan semacam ini. “Di dunia balap, selalu ada rivalitas dan komentar provokatif. Yang penting pembalap tetap fokus dan menjaga performa,” ujar pengamat berinisial DK.
Momentum untuk Balap Motor Indonesia
Posisi start di grid depan membuka peluang besar bagi Feda untuk meraih podium, bahkan kemenangan, di GP Brazil. Dukungan penuh dari Honda, termasuk kontrak baru dan hadiah untuk keluarga, membuat Feda semakin termotivasi. Penampilan impresif ini juga menegaskan potensi besar pembalap muda Indonesia di kancah internasional.
Dengan mental baja, strategi matang, dan dukungan tim, Feda Ega Pratama diprediksi menjadi salah satu pembalap yang harus diperhitungkan di balapan besok, 8 Maret 2026. Moto3 GP Brazil diperkirakan akan menjadi salah satu balapan paling sengit musim ini, dengan persaingan ketat dari rookie dan veteran, serta tekanan psikologis dari rival. (Imn)








