INFO MEDIA NASIONAL, Kota Bekasi – Bagi Kirno, bola voli bukan sekadar olahraga, melainkan sarana untuk mengangkat martabat dan mengharumkan nama bangsa. Mantan punggawa Tim Nasional Voli ini kini mendedikasikan hidupnya untuk menempa generasi muda menjadi atlet profesional.
Menariknya, Kirno justru memilih jalur yang menantang: melatih bibit-bibit muda dari titik nol.
Di sela-sela proses verifikasi yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Bekasi pada Minggu (10/5/2026), Kirno membagikan filosofinya.
Ia mengaku ada kepuasan batin yang tidak ternilai saat melihat anak didiknya—yang awalnya awam terhadap teknik voli—bertransformasi menjadi pemain berprestasi.

“Ada kebahagiaan yang luar biasa ketika melihat anak-anak yang awalnya tidak bisa apa-apa, kini mampu menunjukkan prestasi di lapangan,” tutur Kirno dengan nada bangga.
Saat ini, Kirno membina sekitar 40 siswa tingkat SD dan SMP melalui klub Bekasi Muda. Di bawah arahannya, klub ini telah berhasil menelurkan atlet berbakat yang mampu mengangkat derajat keluarga sekaligus mengharumkan nama daerah.
Salah satu bukti nyatanya adalah Singgih Setyo Wibowo, siswa kelas 3 SMPN 2 Kota Bekasi yang kini telah menembus level Proliga.
Selama tiga tahun bergabung dengan Bekasi Muda, Singgih telah mengukir deretan prestasi gemilang, di antaranya:
– Juara 3 Kejurda U-2010 tingkat Jawa Barat.
– Juara 1 Piala Kadispora DKI Jakarta (U-2010).
– Juara 1 antar-SMP se-Kota Bekasi.
– Partisipasi aktif dalam Kejurnas U-2010 & 2009.

Di sisi lain, kehadiran tim PBVSI Kota Bekasi di lapangan bertujuan untuk memastikan ekosistem pembinaan voli di wilayah tersebut berjalan di jalur yang benar. Verifikasi klub-klub lokal ini menjadi agenda krusial dalam menjaring talenta potensial yang siap diterjunkan ke kompetisi yang lebih tinggi.
Alex Suherman, Sekretaris Umum PBVSI Kota Bekasi sekaligus Ketua Tim Verifikasi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pemutakhiran data kelembagaan. Menurut Alex, akurasi data antara laporan administratif dan kondisi riil di lapangan harus selaras demi keberlanjutan pembinaan.
“Proses verifikasi ini sangat penting untuk menjamin legalitas, keabsahan administrasi, serta memastikan bahwa klub benar-benar aktif melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan,” jelas Alex.
Ia menambahkan, dalam pemeriksaan ini, PBVSI meneliti secara mendalam berbagai aspek, mulai dari legalitas pendirian organisasi, domisili kantor, hingga struktur kepengurusan klub.
“Upaya standarisasi ini diharapkan dapat menciptakan iklim kompetisi dan pembinaan yang lebih profesional di Kota Bekasi,” harap Alex.





