APBN September 2026 Defisit Rp319 Triliun, Menkeu Suahasil: Masih On Track

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Suahasil Nazara.(Foto: Istimewa)

Menteri Keuangan Suahasil Nazara.(Foto: Istimewa)

INFOMEDIA Nasional, JAKARTA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit sebesar Rp319,0 triliun atau setara 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir September 2026.

Posisi defisit fiskal tersebut sudah sejalan dengan rancangan awal guna menopang ekspansi belanja pemerintah bagi masyarakat.

“APBN kita memang didesain defisit sejak awal. Defisit sebesar Rp319,0 triliun atau 1,24 persen PDB ini sesuai dengan perancangan,” kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan, di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Skema defisit, lanjut Menkeu, diterapkan agar alokasi belanja negara dapat melampaui jumlah penerimaan yang dihimpun dari masyarakat.

“Prinsipnya, kami mendesain belanja negara agar bisa lebih besar dari pendapatan. APBN dirancang untuk mendorong pertumbuhan, memberikan perlindungan, serta menjaga kredibilitas. Seluruh angka kami kawal ketat agar publik percaya bahwa dana yang dihimpun dari rakyat dikembalikan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Secara umum, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai kinerja APBN hingga penutupan kuartal ketiga tahun berjalan berada dalam kondisi solid.

Penerimaan dan Belanja Tetap On Track

Hingga akhir September 2026, realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp2.341,5 triliun, atau setara 74,5 persen dari target APBN.

“Memasuki akhir September yang menandai tiga perempat perjalanan tahun anggaran, capaian penerimaan yang menyentuh 74,5 persen ini menunjukkan posisi yang on track,” ujar Suahasil.

Dari sisi pengeluaran, Belanja Negara telah terserap sebesar Rp2.660,5 triliun atau 69 persen dari total alokasi pagu anggaran. Kemenkeu memproyeksikan penyerapan anggaran belanja bakal mengalami percepatan signifikan memasuki kuartal IV 2026.

“Serapan belanja yang hampir mencapai 70 persen di tiga perempat tahun ini tergolong baik dan on track. Laju penyerapan tentu akan makin diakselerasi, terutama pada November dan Desember mendatang,” tambahnya.

Berita Terkait

BREAKING NEWS! MK tolak Gugatan Perselisihan Hasil Pilpres 2024 soal Ijazah Wapres Gibran
Presiden Prabowo Lantik Jenderal Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri dan Komjen Wahyu Hadiningrat Sebagai Wakapolri
Imbas Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Resmi Mengundurkan Diri
Besok 20,000 Buruh Demo di Gedung DPR RI, Polisi Imbau Pengendara Cari Rute Alternatif
Kekayaan Rp3,19 Miliar Jadi Sorotan: Kalapas dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Buntut Temuan ‘Apartemen Mewah’ di Area Belakang Lapas Cibinong
BREAKING NEWS! Innalilahi wa Innailaihi Raji’un, Guruh Soekarno Putra Tutup Usia Hari Ini
Soroti Anggaran Pemda, Presiden sebut Sudah Ditransfer, Tapi Tidak Digunakan
17 Orang Kena OTT KPK di Bogor, Ada Dirjen dan Dua Kepala Kantor Pertanahan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:43 WIB

APBN September 2026 Defisit Rp319 Triliun, Menkeu Suahasil: Masih On Track

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:16 WIB

BREAKING NEWS! MK tolak Gugatan Perselisihan Hasil Pilpres 2024 soal Ijazah Wapres Gibran

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Presiden Prabowo Lantik Jenderal Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri dan Komjen Wahyu Hadiningrat Sebagai Wakapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Imbas Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Resmi Mengundurkan Diri

Senin, 28 September 2026 - 22:43 WIB

Besok 20,000 Buruh Demo di Gedung DPR RI, Polisi Imbau Pengendara Cari Rute Alternatif

Berita Terbaru