INFOMEDIA Nasional, JAKARTA – Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi potensi kemacetan di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Imbauan yang disampaikan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya ini, menyusul rencana aksi demonstrasi yang akan digelar pada Selasa (29/9/2026) mulai pukul 10.00 WIB.
“Sehubungan dengan adanya kegiatan di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI pada Selasa, 29 September 2026, masyarakat diimbau mengantisipasi kemungkinan terjadinya kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar kawasan tersebut,” tulis TMC Polda Metro Jaya melalui akun Instagram resminya, Senin (28/9/2026).
Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa rekayasa arus lalu lintas di sekitar Jalan Gatot Subroto dan rute mengarah ke Palmerah maupun Slipi akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan eskalasi massa di lapangan.
Guna menghindari terjebak kemacetan, para pengguna jalan diharapkan dapat berangkat lebih awal, mengatur ulang jadwal perjalanan, serta memanfaatkan rute-rute alternatif.
“Pengguna jalan diimbau mengatur waktu perjalanan, menggunakan rute alternatif, serta senantiasa mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keamanan bersama,” pungkasnya.
Rencana unnukrasa buruh ke Gedung DPR RI besok, Selasa (29/9/2026), juga disampaikan oleh kelompok buruh, pada gelaran jumpa pers, Senin (28/2026) hari ini.
Kelompok buruh dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) akan kembali menggelar unjuk rasa untuk mengawal pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan pada Selasa (29/9/2026).
Kepala Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia, Sunarno, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan mengungkapkan, demo esok hari digelar di depan Gedung DPR/MPR RI. Buruh berharap dapat melakukan audiensi dengan perwakilan parlemen untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait RUU tersebut.
“Kami besok juga akan melakukan aksi pengawalan. Aksi demonstrasi yang akan dilakukan di gedung DPR dalam agenda tentu adalah bagaimana agar undang-undang ketenagakerjaan berpihak kepada kaum buruh,” kata Sunarno, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).
Ia menjelaskan, tak kurang dari sekitar 20.000 buruh berasal dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perwakilan dari Jawa Tengah, dijadwalkan mengikuti aksi di depan Gedung DPR/MPR RI. Massa
Aksi tersebut dilakukan untuk mengawal perkembangan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, termasuk menindaklanjuti aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kantor Staf Presiden (KSP).





