INFO MEDIA NASIONAL, KOTA BEKASI – Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi memberikan pernyataan terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), yang disampaikan saat memimpin apel pagi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (11/6/2206).
Junaedi menegaskan, bahwa pemerintah bertanggung jawab penuh untuk memastikan setiap anak di Kota Bekasi mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai. Dengan demikian, tidak boleh ada kendala administratif maupun teknis yang menghalangi niat warga untuk bersekolah.
“Komitmen kita adalah suksesnya program wajib belajar 12 tahun. Tugas pemerintah adalah menyiapkan, baik itu di sekolah negeri maupun swasta. Intinya, jika ada warga yang ingin sekolah, kita wajib memfasilitasi,” ujar Junaedi
Sekda pun meminta para pemangku wilayah untuk memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Saya instruksikan mulai dari tingkat Kelurahan hingga Kecamatan untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah. Semua harus termonitor dengan baik sehingga target pendidikan di Kota Bekasi dapat tercapai secara maksimal,” tegasnya.
Pada kesempatan apel tersebut juga dilaksanakan penyerahan piala oleh Sekda kepada para pemenang Open Archery Turnamen Bekasi 2026
Agenda utama pada apel itu adalah penyerahan penghargaan olahraga, apresiasi kinerja petugas pendataan, hingga kesiapan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Pada Open Archery Turnamen Bekasi 2026, kontingen PERPANI Kota Bekasi keluar sebagai Juara Umum 1, disusul oleh DAD Archery sebagai Juara 2, dan PERPANI Kabupaten Bekasi sebagai Juara 3. Penghargaan ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan atlet lokal di cabang olahraga panahan.
Selain sektor olahraga, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghargaan kepada lima petugas Pamor dengan pencapaian pendataan masyarakat tertinggi. Capaian ini merupakan bentuk dedikasi petugas lapangan dalam validasi data kewilayahan.
Selain itu, menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Walikota Bekasi resmi melepas Tim Terpadu Penyelenggaraan Kurban 2026 . Tim ini terdiri dari unsur Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jabar V, serta Kader Zoonosis.
Tim ini ditugaskan untuk melakukan pengawasan kesehatan hewan dan teknis pelaksanaan kurban guna menjamin kenyamanan serta keamanan masyarakat dalam beribadah.





