INFO MEDIA NASIONAL, Kabupaten Bekasi – Dalam upaya meningkatkan kesiagaan bencana sekaligus memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menggelar ajang adu ketangkasan mendayung perahu.
Bukan sekadar kompetisi olahraga air biasa, kegiatan yang berlangsung di Situ Rawa Binong, Cikarang Pusat ini juga sebuah simulasi strategis, untuk meningkatkan kesiagaan personel dalam menghadapi ancaman bencana, terutama banjir.
Dalam keterangannya Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan bahwa perlombaan ini diikuti oleh puluhan regu yang menguji kemampuan mereka dalam berbagai kategori teknis.
Katagori itu diantaranya meliputi: Dayung Cepat, Dayung Manuver, Dayung Challenge, dan Penyeberangan Basah
Muchlis menekankan bahwa ajang ini merupakan bentuk edukasi mitigasi berbasis praktik. Dengan melibatkan relawan kebencanaan dan komunitas masyarakat, BPBD ingin memastikan bahwa keterampilan penyelamatan air tidak hanya dikuasai secara teori, tetapi juga matang di lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa kesiapsiagaan menjadi budaya bersama. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan masing-masing,” ujar Muchlis di Cikarang, Rabu (22/4/2026)
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dengan partisipasi sebanyak 30 regu. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa relawan dan komunitas di Kabupaten Bekasi memiliki komitmen kuat untuk turun tangan saat situasi darurat terjadi.
Muchlis menjelaskan, melalui gelaran adu ketangkasan ini diharapkan, para peserta dapat meningkatkan keahlian teknis relawan, agar bertindak cepat dan tepat. Selanjutnya menularkan ilmu mitigasi kepada warga di lingkungan tempat tinggal mereka.
Selain itu, ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan mempererat koordinasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat luas.
Melalui langkah ini, peringatan HKB di Kabupaten Bekasi tidak lagi terjebak pada seremoni belaka, melainkan bertransformasi menjadi aksi nyata dalam meminimalkan dampak risiko bencana di masa depan.








