200.000 Unit Kendaraan Listrik bakal Dapat Subsidi Pemerintah Mulai Juni 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mobil Listrik.(Foto: Istimewa)

Ilustrasi Mobil Listrik.(Foto: Istimewa)

INFO MEDIA NASIONAL, Jakarta – Upaya pemerintah dalam mengakselerasi transisi energi melalui adopsi kendaraan listrik kian serius. Melalui Kementerian Keuangan, pemerintah secara resmi mengumumkan rencana pemberian subsidi besar-besaran yang menyasar 200 ribu unit kendaraan listrik sepanjang tahun ini.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa program insentif ini dijadwalkan mulai terealisasi pada awal Juni 2026. Keputusan ini diambil setelah adanya koordinasi intensif dengan kementerian terkait guna memperkuat fundamental ekonomi nasional.

Dalam konferensi pers APBN, Purbaya menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap proposal dari Kementerian Perindustrian.

Ada dua misi utama yang ingin dicapai melalui kebijakan ini, pertama memacu daya beli dan konsumsi masyarakat.dan kedua, menekan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).

“Saya tertarik dengan proposal mereka karena selain mendorong konsumsi, kita juga bisa mengurangi konsumsi bahan bakar,” ujar Purbaya.

Pemerintah telah membagi kuota subsidi secara merata antara kendaraan roda empat dan roda dua dengan skema sebagai berikut:

Mobil Listrik: Alokasi tahap pertama sebanyak 100.000 unit. Besaran nominal per unitnya akan diumumkan lebih lanjut oleh Menteri Perindustrian dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Motor Listrik: Alokasi tahap pertama sebanyak 100.000 unit dengan nilai subsidi sebesar Rp5 juta per unit.

Purbaya menegaskan bahwa kuota ini bersifat fleksibel. Jika antusiasme masyarakat tinggi dan kuota awal tersebut habis, pemerintah berkomitmen untuk menambah alokasi subsidi tersebut secara berkelanjutan.

Percepatan penyaluran subsidi ini dipandang strategis untuk menjaga resiliensi APBN dan stabilitas ekonomi domestik. Secara spesifik, kebijakan ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi jangka pendek, khususnya untuk memperkuat performa ekonomi pada triwulan ketiga dan keempat tahun 2026.

“Juni awal seharusnya sudah mulai berjalan,” pungkasnya, menegaskan kesiapan pemerintah dalam mengeksekusi program ini.

Berita Terkait

Anjlok! Survei Poltracking, Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kepemimpinan Prabowo-Gibran 55,1%
Terbukti Judi Online, Mentan Amran Resmi Copot Permanen 13 Pejabat Kementan
Apel Gebrak Kurangi Sampah di Kota Bekasi, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Tri Adhianto
Dorong Evaluasi Total Persoalan Desil, Politisi PDIP Senayan sebut Berpotensi Anak Indonesia Putus Sekolah
Besok! Pembangunan PSEL Kota Bekasi Diresmikan, Atasi Darurat Sampah
Temukan Narkotika Cair di Vape, BNN Desak Pemerintah Larang Keras Rokok Eleltrik
Angka Kecelakaan Perlintasan Sebidang Tinggi, Komisi V DPR Siap Panggil Kemenhub dan KAI
Demi Bebas Korupsi, Kemendagri Dorong Kepala Daerah Pahami Regulasi Keuangan dan Integritas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 08:51 WIB

Anjlok! Survei Poltracking, Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kepemimpinan Prabowo-Gibran 55,1%

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Terbukti Judi Online, Mentan Amran Resmi Copot Permanen 13 Pejabat Kementan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Apel Gebrak Kurangi Sampah di Kota Bekasi, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Tri Adhianto

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Dorong Evaluasi Total Persoalan Desil, Politisi PDIP Senayan sebut Berpotensi Anak Indonesia Putus Sekolah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Besok! Pembangunan PSEL Kota Bekasi Diresmikan, Atasi Darurat Sampah

Berita Terbaru