INFO MEDIA NASIONAL, Jakarta – Beberapa kota di Indonesia tercatat memiliki skor tinggi dalam hal praktik toleransi, dengan Kota Salatiga menempati posisi teratas. Selain. Salatiga, ada kota lain salah satunya Kota Bekasi Jawa Barat.
Catatan ini menyusul setelah Setara Institute merilis Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2025 seiring dengan isu toleransi yang kembali menjadi sorotan.
Peluncuran laporan terbaru Indeks IKT 2025 di Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Jakarta, menjadi saksi 94 kota di seluruh Indonesia masuk dalam radar penilaian, untuk mengukur sejauh mana keharmonisan dan toleransi bertumbuh di tingkat daerah.
Dalam menentukan peringkat, Setara Institute tidak hanya melihat permukaan saja. Penilaian dilakukan secara komprehensif melalui perpaduan kebijakan formal dan dinamika di lapangan.
Terdapat empat variabel utama yang dijabarkan ke dalam delapan indikator penilaian, yakni:
1. Regulasi Pemerintah Kota: Kebijakan hukum yang mendukung inklusivitas.
2. Regulasi Sosial: Aturan atau norma tidak tertulis di tengah masyarakat.
3. Tindakan Pemerintah: Respon nyata otoritas dalam menangani isu keberagaman.
4. Demografi Agama: Keseimbangan dan interaksi antar-keyakinan.
Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Ismail Hasani, menekankan bahwa indeks ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memotret wajah toleransi di tanah air.
Menurut Ismail, skor tinggi yang diraih sebuah kota bukan hanya kerja keras individu tertentu.
“Indeks ini bukan semata-mata prestasi Walikota, Kesbangpol, atau FKUB, melainkan capaian kolektif seluruh elemen kota,” tegas Ismail.
Ia juga menambahkan bahwa kemajuan toleransi di daerah bergantung pada tiga pilar kepemimpinan: Politik yang promotif, Birokrasi yang melayani tanpa diskriminasi, serta Sosial yang aktif menjaga kerukunan.
Daftar 10 Kota Paling Toleran di Indonesia 2025
Berdasarkan hasil pengolahan data Setara Institute, berikut adalah 10 kota dengan skor tertinggi di Indonesia:
1. Kota Salatiga
2. Kota Singkawang
3. Kota Semarang
4. Kota Pematangsiantar
5. Kota Bekasi
6. Kota Sukabumi
,7. Kota Magelang
8. Kota Kediri
10. Kota Tegal
11. Kota Ambon
Sorotan khusus tertuju pada Kota Bekasi dan Kota Sukabumi. Keberhasilan kedua kota ini menembus jajaran 10 besar dianggap sebagai pencapaian impresif, mengingat dinamika sosial di kedua wilayah tersebut seringkali cukup menantang.
Kota Salatiga kembali membuktikan tajinya sebagai barometer toleransi nasional. Meski memiliki latar belakang budaya dan agama yang sangat heterogen, masyarakat Salatiga secara konsisten mampu menjaga kehidupan sosial yang tetap tenang dan harmonis.
Tak jauh berbeda, Kota Singkawang yang menduduki peringkat kedua tetap menjadi simbol inklusivitas. Di kota ini, keberagaman etnis dan keyakinan justru dikelola menjadi kekuatan utama untuk membangun ekosistem sosial yang terbuka bagi siapa saja.
Capaian ini mendapatkan apresiasi langsung dari Kementerian Dalam Negeri. Mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Bisri menyampaikan bahwa meskipun skor-skor tersebut membanggakan, setiap daerah dilarang untuk lekas puas.
“Ini bukanlah garis finis, melainkan bahan bakar motivasi untuk terus merawat dan meningkatkan nilai-nilai yang sudah ada,” ujar Bisri.
Pemerintah menegaskan bahwa toleransi bukanlah sebuah hasil akhir yang statis, melainkan sebuah proses berkelanjutan yang menuntut komitmen panjang untuk terus dipelihara dari waktu ke waktu.








