Soal Perlintasan Sebidang KA, KDM: Tidak Boleh Ada Ormas dan Premanisme Kuasai Lahan Aset Umum

Kamis, 30 April 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Perlintasan Sebidang KA tidak ada petugas resmi.(Foto: Istimewa)

Ilustrasi Perlintasan Sebidang KA tidak ada petugas resmi.(Foto: Istimewa)

INFO MEDIA NASIONAL, KOTA BEKASI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti pelintasan sebidang kereta api di Kota Bekasi, yang diduga dikuasai preman. Hal Ini menyusul terjadinya tabrakan maut KRL di Stasiun Bekasi Timur, yang menelan belasan korban tewas.

Gubernur biasa disapa KDM ini menegaskan, tidak boleh ada lagi ormas hingga premanisme yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya.

Dirinya meminta aparat kepolisian untuk segera menertibkan ormas yang diduga menguasai pelintasan sebidang di Kota Bekasi.

“Ya seluruh jajaran Polres Bekasi segera ambil tindakan hari ini. Ini permintaan saya sebagai Gubernur Jawa Barat,” tegasnya saat mengunjungi korban kecelakaan tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Rabu (29/4/2026).

Tidak boleh ada lagi ormas, premanisme, yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya. Saya pikir tingkat polsek saja bisa menyelesaikan itu,” sambungnya.

Selain berbicara soal ormas dan premanisme, KDM juga bicara soal rencana jangka pendek terkait pelintasan sebidang itu.

Dia menyebut pelintasan sebidang perlu dilengkapi palang pintu untuk meningkatkan keselamatan sambil menunggu pembangunan infrastruktur permanen.

Sebelumnya diberitakan, terjadi kecelakaan tabrakan kereta antara kereta jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Berdasarkan informasi sementara yang didapat, KRL sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur.

Beberapa saat kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak KRL.

Berjarak beberapa meter, sebuah taksi juga diduga terlibat kecelakaan dengan KRL.

Hingga saat ini, penyebab kecelakaan itu masih diselidiki polisi. Insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Berita Terkait

Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Jatimurni, Wali Kota Bekasi: Perkuat Identitas Budaya
Tinjau Rumah Warga Terdampak Angin Kencang di Jatiasih, Wali Kota Bekasi Gercep Bantu Perbaikan
Tidak Semua Jenis Sampah Boleh Masuk di TPST Bantargebang
Tindaklanjuti Arahan Gubernur Jabar, Tri Adhianto Wajibkan Penjaga Perlintasan Ampera-Bulakapal Harus Petugas Resmi
Tragedi KA Argo Bromo Anggrek: Hantam Avanza di Perlintasan Grobogan Jateng, Tewaskan 4 Orang
Wakil Wali Kota Bekasi: Pengurus Baru LPP HMI Bekasi 2026 Harus Amanah dan Inovatif
Tinjau Korban Kebakaran di Bojong Rawalumbu Bekasi, Harris Bobihoe: Wujud Perlindungan Pemerintah terhadap Warga
Pemkot Bekasi Dorong Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri melalui Workshop Sosialisasi P3DN
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:49 WIB

Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Jatimurni, Wali Kota Bekasi: Perkuat Identitas Budaya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:37 WIB

Tinjau Rumah Warga Terdampak Angin Kencang di Jatiasih, Wali Kota Bekasi Gercep Bantu Perbaikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB

Tidak Semua Jenis Sampah Boleh Masuk di TPST Bantargebang

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:00 WIB

Tindaklanjuti Arahan Gubernur Jabar, Tri Adhianto Wajibkan Penjaga Perlintasan Ampera-Bulakapal Harus Petugas Resmi

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:50 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi: Pengurus Baru LPP HMI Bekasi 2026 Harus Amanah dan Inovatif

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Jenis Sampah Boleh Masuk di TPST Bantargebang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB