INFO MEDIA NASIONAL Jakarta — Upaya pemerintah dalam memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap tempat tinggal yang layak masih terus menjadi prioritas utama. Guna mencapai target tersebut, pemerintah kini semakin intensif mempererat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, khususnya dalam penyediaan rumah bersubsidi.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/4/2026), Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa pengembangan rumah susun bersubsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merupakan langkah strategis yang tengah ditempuh.
“Proyek rumah susun subsidi di Meikarta adalah bukti nyata terobosan kolaboratif yang melibatkan sinergi antara pemerintah, pihak swasta, dan lembaga pembiayaan. Hal ini ditandai dengan proses groundbreaking pada 8 Maret 2026 lalu di atas lahan seluas 30 hektare yang statusnya sudah clean and clear,” ujar Qodari.
Lebih lanjut, Qodari menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengedepankan pembangunan hunian vertikal sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan hunian di berbagai penjuru Indonesia. Proyek di kawasan ini diproyeksikan mampu menyediakan hingga 141.000 unit hunian vertikal yang pembangunannya akan dilakukan secara bertahap.
Pemerintah juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, yakni Lippo Group, Pemerintah Kabupaten Bekasi, serta Danantara Indonesia. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sangat vital dalam mempercepat realisasi “Program 3 Juta Rumah” dan memastikan masyarakat mendapatkan akses hunian yang lebih terjangkau.
Fokus pada Hunian Pascabencana
Tak hanya menyasar kawasan perkotaan, Qodari menegaskan bahwa pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pemulihan kondisi masyarakat pascabencana. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan hunian tetap (huntap) hasil kerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi.
“Melalui pendekatan gotong royong, pemerintah sedang membangun 2.603 unit rumah relokasi bagi warga terdampak bencana yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat,” jelasnya.
Sebagai bukti nyata dari program tersebut, pemerintah telah melakukan serah terima 120 unit hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana sekaligus meningkatkan taraf kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.
“Capaian terkini yang telah kami realisasikan adalah penyerahan 120 unit hunian tetap di Tapanuli Selatan pada pengujung Maret 2026,” pungkas Qodari.








