BMKG Ingatkan, Tahun Ini Kemarau di Jawa Barat bakal Lebih Cepat dan Lebih Kering

Kamis, 16 April 2026 - 22:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

INFO MEDIA NASIONAL Bandung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat menerbitkan analisis terbaru terkait prakiraan musim kemarau tahun 2026.

Berdasarkan data yang dirilis, terdapat pergeseran pola cuaca yang cukup ekstrem: musim kemarau diprediksi akan tiba lebih awal, memiliki intensitas yang lebih kering, serta durasi yang lebih panjang dari kondisi normal.

Data BMKG menunjukkan bahwa masa transisi dari musim hujan ke kemarau tahun ini akan berlangsung singkat. Sekitar 56% Zona Musim (ZOM) di Jawa Barat diprediksi mulai memasuki periode kemarau pada Mei 2026.

Bahkan, 66% wilayah akan mengalami awal kemarau yang “maju” atau lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologisnya. Hal ini menuntut kewaspadaan dini karena cadangan air tanah mungkin belum terisi maksimal sebelum hujan benar-benar berhenti.

Intensitas Kemarau: 93% Wilayah di Bawah Normal

Tingkat kekeringan tahun 2026 diperkirakan berada pada level yang mengkhawatirkan. Sekitar 93% wilayah Jawa Barat akan mencatatkan curah hujan di bawah angka normal. Minimnya intensitas hujan ini secara langsung akan menekan ketersediaan air bersih untuk konsumsi rumah tangga, operasional industri, hingga keberlangsungan sektor pertanian.

Puncak Kekeringan pada Agustus 2026

Fase paling kritis dari siklus kemarau ini diperkirakan jatuh pada Agustus 2026. Pada periode tersebut, sekitar 90% wilayah Jawa Barat akan mengalami:

– Intensitas hujan yang sangat minim (nyaris nol).
– Lonjakan suhu udara yang signifikan.
– Penurunan tingkat kelembapan udara secara drastis.

Terdapat 7 wilayah prioritas yang diprediksi akan mengalami dampak kekeringan paling parah, antara lain:
Bandung, Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Kuningan, dan Cirebon.

Durasi kemarau yang panjang bukan sekadar fenomena cuaca, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas daerah. Beberapa risiko yang wajib diantisipasi meliputi:

Krisis Air Bersih: Menipisnya sumber mata air dan cadangan air tanah.

Ancaman Pangan: Risiko gagal panen akibat lahan pertanian yang mengering.

Bencana Karhutla: Meningkatnya kerawanan kebakaran hutan dan lahan.

Isu Kesehatan: Gangguan pernapasan dan masalah kulit akibat debu serta udara kering yang ekstrem.

Langkah Mitigasi:

Merespons situasi ini, BMKG memberikan panduan antisipasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat luas, seperti
– Mulai menghemat penggunaan air bersih dan mengoptimalkan penampungan cadangan air.

– Menyesuaikan pola tanam yang lebih tahan terhadap minim air (palawija atau tanaman jangka pendek).

– Meningkatkan patroli dan kewaspadaan terhadap titik api di area terbuka

– Memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG.

Berita Terkait

Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Jatimurni, Wali Kota Bekasi: Perkuat Identitas Budaya
Tinjau Rumah Warga Terdampak Angin Kencang di Jatiasih, Wali Kota Bekasi Gercep Bantu Perbaikan
Tidak Semua Jenis Sampah Boleh Masuk di TPST Bantargebang
Tindaklanjuti Arahan Gubernur Jabar, Tri Adhianto Wajibkan Penjaga Perlintasan Ampera-Bulakapal Harus Petugas Resmi
Tragedi KA Argo Bromo Anggrek: Hantam Avanza di Perlintasan Grobogan Jateng, Tewaskan 4 Orang
Wakil Wali Kota Bekasi: Pengurus Baru LPP HMI Bekasi 2026 Harus Amanah dan Inovatif
Tinjau Korban Kebakaran di Bojong Rawalumbu Bekasi, Harris Bobihoe: Wujud Perlindungan Pemerintah terhadap Warga
Pemkot Bekasi Dorong Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri melalui Workshop Sosialisasi P3DN
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:49 WIB

Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Jatimurni, Wali Kota Bekasi: Perkuat Identitas Budaya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:37 WIB

Tinjau Rumah Warga Terdampak Angin Kencang di Jatiasih, Wali Kota Bekasi Gercep Bantu Perbaikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB

Tidak Semua Jenis Sampah Boleh Masuk di TPST Bantargebang

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:00 WIB

Tindaklanjuti Arahan Gubernur Jabar, Tri Adhianto Wajibkan Penjaga Perlintasan Ampera-Bulakapal Harus Petugas Resmi

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:50 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi: Pengurus Baru LPP HMI Bekasi 2026 Harus Amanah dan Inovatif

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Jenis Sampah Boleh Masuk di TPST Bantargebang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB