Respon Marak OTT Kepala Daerah, Mendagri Soroti Sistem Pilkada

Senin, 13 April 2026 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Tito Karnavian.(Foto: Istimewa)

Mendagri Tito Karnavian.(Foto: Istimewa)

INFO MEDIA NASIONAL Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian angkat bicara menanggapi rentetan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap sejumlah kepala daerah belakangan ini.

Tito menilai, fenomena ini tidak bisa dipandang sebagai kasus hukum semata, melainkan ada indikasi masalah yang lebih mendalam pada sistem politik di tanah air.

Kepada awak media di Kompleks Parlemen pada Senin (13/4), Tito melontarkan sebuah pertanyaan retoris mengenai proses terpilihnya para pemimpin daerah tersebut. Ia menekankan bahwa dalam sistem saat ini, rakyatlah yang memegang mandat penuh dalam menentukan pilihan.

“Jawaban saya cuma satu saja: yang memilih siapa? Rakyat, kan? Artinya, mungkinkah ini berkaitan dengan mekanisme rekrutmen pilkada langsung yang ternyata tidak menjamin lahirnya pemimpin berkualitas?” ujar Tito.

Meski ada pemimpin baik yang lahir dari sistem ini, lanjut mantan Kapolri ini, kenyataannya masih banyak pula yang terjerat kasus korupsi. Hal ini mengisyaratkan adanya masalah sistematis dalam cara negara menjaring calon pemimpinnya.

Tito menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang melatarbelakangi maraknya korupsi di tingkat daerah. Mulai dari masalah kesejahteraan, moral hazard, hingga integritas personal. Namun, kata dia, poin utamanya tetap tertuju pada beban biaya politik yang sangat tinggi dalam sistem pilkada langsung.

Ia pun membeberkan sisi positif dan negatif penyelenggaraan Pilkada.

Sisi Positif: Memberikan hak demokrasi langsung kepada masyarakat.

Sisi Negatif: Menuntut ongkos politik yang sangat mahal dan tidak memberikan jaminan integritas tokoh yang terpilih.

Keresahan Mendagri ini mencuat seiring dengan intensitas KPK dalam melakukan tangkap tangan.

Teranyar, yang menjadi sorotan adalah penangkapan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang diduga terlibat dalam praktik pemerasan serta penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk tahun anggaran 2025-2026.

Berita Terkait

Anjlok! Survei Poltracking, Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kepemimpinan Prabowo-Gibran 55,1%
Terbukti Judi Online, Mentan Amran Resmi Copot Permanen 13 Pejabat Kementan
Apel Gebrak Kurangi Sampah di Kota Bekasi, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Tri Adhianto
Dorong Evaluasi Total Persoalan Desil, Politisi PDIP Senayan sebut Berpotensi Anak Indonesia Putus Sekolah
Besok! Pembangunan PSEL Kota Bekasi Diresmikan, Atasi Darurat Sampah
Temukan Narkotika Cair di Vape, BNN Desak Pemerintah Larang Keras Rokok Eleltrik
Angka Kecelakaan Perlintasan Sebidang Tinggi, Komisi V DPR Siap Panggil Kemenhub dan KAI
Demi Bebas Korupsi, Kemendagri Dorong Kepala Daerah Pahami Regulasi Keuangan dan Integritas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 08:51 WIB

Anjlok! Survei Poltracking, Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kepemimpinan Prabowo-Gibran 55,1%

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Terbukti Judi Online, Mentan Amran Resmi Copot Permanen 13 Pejabat Kementan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Apel Gebrak Kurangi Sampah di Kota Bekasi, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Tri Adhianto

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Dorong Evaluasi Total Persoalan Desil, Politisi PDIP Senayan sebut Berpotensi Anak Indonesia Putus Sekolah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Besok! Pembangunan PSEL Kota Bekasi Diresmikan, Atasi Darurat Sampah

Berita Terbaru