INFO MEDIA NASIONAL Jakarta – Belakangan ini terlihat dan dirasakan alam tidak bersahabat. Cuaca tidak menentu, siang hari panas menyengat tiba-tiba menginjak sore hujan turun sederas-derasnya. Tak jarang hujan disertai angin kencang, bahkan di beberapa wilayah terkena banjir.
Kondisi ekstrem ini meningkatkan risiko potensi paparan penyakit penyerta, seperti batuk, pilek hingga demam bagi yang memiliki daya tahan tubuh lemah.
Menghadapi kondisi ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit yang dipicu perubahan cuaca.
Melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawan, Kemenkes mengimbau, sebagai langkah pertama, disarankan agar mengonsumsi makanan yang bersih, sehat, dan bergizi, sehingga tubuh tak mudah tumbang jatuh sakit.
Aji menjelaskan, makanan sehat dan bergizi yang dianjurkan, sebaiknya dapat menghangatkan tubuh, mudah dicerna, serta kaya nutrisi, sehingga membantu meredakan gejala batuk dan pilek.
Ia mencontohkan, antara lain sup hangat, seperti sup ayam, madu, minuman hangat, buah-buahan yang kaya vitamin C, serta air mineral hangat.
Makanan-makanan itu yang direkomendasikan Kemenkes, karena bisa dipastikan cukup asupan cairan, untuk mencegah dehidrasi, membuat lapisan lendir di tenggorokan lebih encer, dan pernapasan lebih lancar.
Kemenkes menjelaskan, tak hanya menjaga asupan makanan, guna meningkatkan daya tahan tubuh. masyarakat juga diimbau mengonsumsi vitamin dan berolahraga secara rutin
Kemenkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri, termasuk menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang kotor. Selain itu, masyarakat sebisa mungkin menghindari paparan air kotor atau genangan yang terbentuk akibat hujan, karena dapat memicu berbagai penyakit, seperti influenza, infeksi jamur pada kulit, hingga kolera.
Upaya lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin membersihkan rumah, saluran air, selokan, serta tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer juga perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri.
“Jika harus ke luar rumah atau beraktivitas di luar ruangan, pakai masker untuk mencegah partikel polutan masuk ke dalam hidung dan saluran pernapasan. Gunakan masker yang pas di wajah dan dapat menyaring partikel polutan dalam udara, seperti masker KF 94 atau KN 95,” jelas Aji.
Berdasarkan pemantauan Kemenkes, masyarakat juga diminta mewaspadai berbagai penyakit lain yang berpotensi muncul akibat perubahan cuaca, seperti demam berdarah, malaria, diare, hingga leptospirosis yang dapat ditularkan melalui urine atau darah hewan, seperti tikus, anjing, dan sapi, terutama saat terjadi banjir atau genangan air








