INFOMEDIA Nasional JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Lampung Selatan, Lampung, masih berada pada tingkat aktivitas Level III (Siaga) hingga Jumat (11/9/2026) pagi.
PVMBG mencatat, selama periode pengamatan hingga pukul 06.00 WIB, terjadi 19 kali gempa.
Berdasarkan Laporan Aktivitas Gunungapi dari PVMBG, rentetan kegempaan yang terekam meliputi:
7 kali gempa low frequency,
4 kali gempa hybrid/fase banyak,
4 kali gempa vulkanik dangkal, serta
4 kali gempa vulkanik dalam.
Selain kegempaan harian, tremor menerus (microtremor) juga terus terekam dengan amplitudo berkisar antara 1 hingga 5 mm (dominan 2 mm).
Dari segi pengamatan visual, kondisi fisik gunung tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-III, serta asap dari kawah aktif tidak teramati melambung ke udara.
Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar area gunung dipantau berawan hingga mendung. Angin berembus lemah menuju arah utara dan barat laut, ditemani suhu udara berkisar 26,3–26,7 derajat Celsius dan tingkat kelembapan udara mencapai 80–82 persen.
Imbauan Keselamatan PVMBG
Mengingat status Gunung Anak Krakatau yang masih bertahan di Level III (Siaga), PVMBG mempertegas imbauan keselamatan bagi masyarakat maupun wisatawan agar tidak beraktivitas di sekitar zona bahaya.
“Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” tulis PVMBG dalam keterangan resminya.
Masyarakat juga diingatkan untuk tetap mewaspadai potensi paparan abu vulkanik dari aktivitas erupsi yang tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit.





