INFO MEDIA NASIONAL Jakarta – Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto bakal mengalami transformasi arah. Langkah ini demi memastikan bahwa bantuan negara benar-benar tepat sasaran.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengubah arah kebijakan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang tadinya direncanakan bersifat universal, kini akan difokuskan secara spesifik kepada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi serta kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan pergeseran arah kebijakan ini, maka diharapkan anggaran tidak terserap oleh keluarga yang secara ekonomi tergolong mampu.
Sebagai informasi, permintaan Prabowo agar MBG berfokus pada anak dari keluarga kurang mampu disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, melalui keterangan resminya, pekan lalu.
BGN pun bergerak cepat dengan membentuk tim khusus yang bertugas melakukan seleksi ketat terhadap penerima manfaat.
“Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” kata Nanik.
Nanik menjelaskan, Presiden juga menekankan penyaluran tidak dilakukan secara paksa. Siswa dari keluarga mampu tidak wajib menerima bantuan.
“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” ujar Nanik.
Nanik menilai pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci efektivitas program.
“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” tuturnya.
Untuk mewujudkan hal ini, BGN telah menyiapkan tim khusus optimalisasi yang akan bekerja dalam waktu dekat
Nanik menyatakan bahwa tim tersebut akan melakukan survei langsung ke lapangan guna memvalidasi data agar intervensi gizi lebih tajam.
Survei tersebut dilakukan dengan target utama menurunkan angka stunting dan malnutrisi secara efektif. Selain itu, langkah efisiensi dengan memastikan setiap porsi makanan jatuh ke tangan mereka yang paling membutuhkan.
Dalam pelaksanaannya, BGN juga bersinergi dengan Kemendikbudristek untuk menyasar anak usia sekolah di berbagai daerah, serta melibatkan tenaga gizi profesional dan UMKM lokal sebagai penyedia menu sesuai standar kesehatan.








