Arah Kebijakan Berubah: Program Makan Bergizi Gratis bakal Prioritaskan Anak Kurang Gizi dan Masyarakat Tidak Mampu

Kamis, 16 April 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

INFO MEDIA NASIONAL Jakarta – Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto bakal mengalami transformasi arah. Langkah ini demi memastikan bahwa bantuan negara benar-benar tepat sasaran.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengubah arah kebijakan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang tadinya direncanakan bersifat universal, kini akan difokuskan secara spesifik kepada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi serta kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan pergeseran arah kebijakan ini, maka diharapkan anggaran tidak terserap oleh keluarga yang secara ekonomi tergolong mampu.

Sebagai informasi, permintaan Prabowo agar MBG berfokus pada anak dari keluarga kurang mampu disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, melalui keterangan resminya, pekan lalu.

BGN pun bergerak cepat dengan membentuk tim khusus yang bertugas melakukan seleksi ketat terhadap penerima manfaat.

“Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” kata Nanik.

Nanik menjelaskan, Presiden juga menekankan penyaluran tidak dilakukan secara paksa. Siswa dari keluarga mampu tidak wajib menerima bantuan.

“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” ujar Nanik.

Nanik menilai pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci efektivitas program.

“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” tuturnya.

Untuk mewujudkan hal ini, BGN telah menyiapkan tim khusus optimalisasi yang akan bekerja dalam waktu dekat

Nanik menyatakan bahwa tim tersebut akan melakukan survei langsung ke lapangan guna memvalidasi data agar intervensi gizi lebih tajam.

Survei tersebut dilakukan dengan target utama menurunkan angka stunting dan malnutrisi secara efektif. Selain itu, langkah efisiensi dengan memastikan setiap porsi makanan jatuh ke tangan mereka yang paling membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, BGN juga bersinergi dengan Kemendikbudristek untuk menyasar anak usia sekolah di berbagai daerah, serta melibatkan tenaga gizi profesional dan UMKM lokal sebagai penyedia menu sesuai standar kesehatan.

Berita Terkait

Terbukti Judi Online, Mentan Amran Resmi Copot Permanen 13 Pejabat Kementan
Apel Gebrak Kurangi Sampah di Kota Bekasi, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Tri Adhianto
Dorong Evaluasi Total Persoalan Desil, Politisi PDIP Senayan sebut Berpotensi Anak Indonesia Putus Sekolah
Besok! Pembangunan PSEL Kota Bekasi Diresmikan, Atasi Darurat Sampah
Temukan Narkotika Cair di Vape, BNN Desak Pemerintah Larang Keras Rokok Eleltrik
Angka Kecelakaan Perlintasan Sebidang Tinggi, Komisi V DPR Siap Panggil Kemenhub dan KAI
Demi Bebas Korupsi, Kemendagri Dorong Kepala Daerah Pahami Regulasi Keuangan dan Integritas
Megawati Bergerak Cepat !!! Instruksikan PDI Perjuangan Kerahkan Tim Bantu Korban Gempa NTT
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Terbukti Judi Online, Mentan Amran Resmi Copot Permanen 13 Pejabat Kementan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Apel Gebrak Kurangi Sampah di Kota Bekasi, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Tri Adhianto

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Dorong Evaluasi Total Persoalan Desil, Politisi PDIP Senayan sebut Berpotensi Anak Indonesia Putus Sekolah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Besok! Pembangunan PSEL Kota Bekasi Diresmikan, Atasi Darurat Sampah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Temukan Narkotika Cair di Vape, BNN Desak Pemerintah Larang Keras Rokok Eleltrik

Berita Terbaru