Jamaah Haji dengan Riwayat Kormobiditas Diminta Disiplin Ikuti Anjuran Kemenkes

Minggu, 12 April 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Jamaah Haji (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Jamaah Haji (Foto: Istimewa)

INFO MEDIA NASIONAL Jakarta – Bagi yang memiliki riwayat kormobiditas, tidak perlu khawatir bila ingin menjalankan ibadah haji ke tanah suci.

Kormobiditas bukan penghalang untuk pergi beribadah haji, karena pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan atensi serius terhadap kondisi kesehatan calon jemaah haji Indonesia, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbiditas.

Menjelang keberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci pada musim haji 2026, pemerintah mengingatkan para jemaah agar memperketat persiapan fisik, serta menjaga kedisiplinan medis demi kelancaran ibadah.

Kepala Pusat Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo menjelaskan, bahwa rangkaian ibadah haji di Arab Saudi menuntut ketahanan fisik yang prima. Oleh karena itu, persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari agar tubuh tidak mengalami syok saat menghadapi aktivitas yang padat dan cuaca yang menantang.

“Para calon haji sebaiknya mulai membiasakan diri berolahraga ringan seperti jalan santai atau berlari kecil selama minimal 30 menit setiap pagi agar tubuh tetap bugar saat tiba di sana,” ungkap Liliek pada Sabtu (11/4/2026).

Bagi jemaah yang masuk dalam kategori komorbid, kedisiplinan dalam mengonsumsi obat-obatan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Kemenkes menekankan bahwa kepatuhan terhadap anjuran dokter adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas kondisi tubuh selama di tanah suci.

Untuk meminimalisir risiko lupa, Liliek menyarankan jemaah untuk lebih proaktif memanfaatkan teknologi maupun bantuan sosial. Salah satu caranya adalah dengan memasang alarm pengingat di ponsel atau berkoordinasi dengan pendamping haji untuk membantu memantau jadwal minum obat.

Selain faktor obat-obatan, pengaturan pola makan juga menjadi bagian dari protokol kesehatan yang ketat. Jemaah diimbau untuk selalu makan tepat waktu dan hanya mengonsumsi asupan yang sesuai dengan rekomendasi petugas kesehatan. Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus menjadi kebiasaan yang melekat selama menjalankan ibadah.

Pemerintah Indonesia saat ini telah merampungkan jadwal dan pembagian kuota bagi ratusan ribu jemaah yang dijadwalkan berangkat tahun ini. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas kesehatan di embarkasi maupun di Arab Saudi siap melayani kebutuhan jemaah.

Berita Terkait

Anjlok! Survei Poltracking, Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kepemimpinan Prabowo-Gibran 55,1%
Terbukti Judi Online, Mentan Amran Resmi Copot Permanen 13 Pejabat Kementan
Apel Gebrak Kurangi Sampah di Kota Bekasi, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Tri Adhianto
Dorong Evaluasi Total Persoalan Desil, Politisi PDIP Senayan sebut Berpotensi Anak Indonesia Putus Sekolah
Besok! Pembangunan PSEL Kota Bekasi Diresmikan, Atasi Darurat Sampah
Temukan Narkotika Cair di Vape, BNN Desak Pemerintah Larang Keras Rokok Eleltrik
Angka Kecelakaan Perlintasan Sebidang Tinggi, Komisi V DPR Siap Panggil Kemenhub dan KAI
Demi Bebas Korupsi, Kemendagri Dorong Kepala Daerah Pahami Regulasi Keuangan dan Integritas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 08:51 WIB

Anjlok! Survei Poltracking, Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kepemimpinan Prabowo-Gibran 55,1%

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Terbukti Judi Online, Mentan Amran Resmi Copot Permanen 13 Pejabat Kementan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Apel Gebrak Kurangi Sampah di Kota Bekasi, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Tri Adhianto

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Dorong Evaluasi Total Persoalan Desil, Politisi PDIP Senayan sebut Berpotensi Anak Indonesia Putus Sekolah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Besok! Pembangunan PSEL Kota Bekasi Diresmikan, Atasi Darurat Sampah

Berita Terbaru